Ahlan wa sahlan....^_^ welkam tu mai hompej....

ulyaismet

something to remember....

Daisypath Ticker

Tuesday, January 17, 2006


missing you

Monday, January 16, 2006

Lomba Tumpeng

Assalamu`alaikum wr.wb

Mau cerita sedikit oleh-oleh dari ikutan Lomba Tumpeng bulan lalu. Sebelumnya maaf ya baru sekarang dituliskan. Maklum iro-iro atta kara, baru sekarang bisa nulis.

Ceritanya begini.

Pada hari Rabu, tanggal 7 Desember 2006 jam 10 pagi, ibu-ibu Dharma Wanita KBRI Tokyo mengadakan lomba tumpeng dalam rangka meramaikan HUT ke-6 Dharma Wanita Pusat. Lombanya diadakan di Wisma Duta, tempat kediaman pak Dubes dan keluarga. Untuk memeriahkan lomba, panitia mengundang berbagai elemen masyarakat Indonesia yang ada di Tokyo antara Ibu-ibu dari KBRI, BUMN, PIJ (Persatuan Istri-itri Jepang) dan Fahima (Forum Silaturahim Muslimah).

Lombanya sendiri cukup simpel, dalam setengah jam peserta harus menghias tumpeng seindah, serasi dan secantik mungkin, tentu saja dengan tak melupakan kelezatan rasa tumpeng dan pernak-perniknya. Peserta dibagi dalam grup, setiap grup beranggotakan tiga orang. Setiap grup juga akan menerima uang ¥ 10.000 dari Panitia untuk biaya pembuatan tumpeng (porsi untuk 20 orang).

Menu tumpeng juga sudah ditentukan yaitu terdiri dari nasi kuning, sambal goreng daging, ayam goreng, perkedel kentang, dadar telor, dan balado teri kacang kering. Bahan tumpeng sudah disediakan di rumah dan di tempat lomba tinggal menghias dengan hiasan yang telah disediakan panitia.

Demikianlah. Karena kebetulan bertempat tinggal di dekat Wisma dan memiliki waktu luang, dikirimlah perwakilan dari Fahima 3 orang dan 2 suporter. Ketiga perwakilan tersebut adalah mbak Nilam Bekti, mbak Ita Myamaedaira dan mbak Lenny Meguro. Suporternya saya sendiri dan Azka-kun, anak mbak Lenny yang berusia setahun kurang 2 hari ^_^

Pagi itu saya dan Lenny sudah janjian jam 9 pagi untuk berangkat bareng ke Meguro. Saya membawa nasi kuning 2 rice-cooker dan sambel serta cetakan tumpeng. Tahukah mbak-mbak cetakannya terbuat dari apa? Ya, dari kertas kalender sodara-sodara...hihihi. Maklum, karena tidak memiliki cetakan tumpeng yang kerucut dari alumunium itu, akhirnya kami berinisiatif tuk membuatnya dari kalender yang dibentuk dan ditempel pakai selotip. Kata pepatah, tak ada rotan, akarpun jadi ^_~ Lenny membawa nasi kuning 1 rice-cooker, daun pisang, wortel, tomat, pisau, sendok dan alat-alat lain untuk menghias.

Kami naik bis ke Meguro eki dan sampai jam 9.45. Tadinya mbak Nilam dan mbak Ita juga janjian di Meguro eki, tapi karena naik keretanya sempat bablas jadi agak telat. Akhirnya saya dan Lenny jalan duluan ke Wisma, karena khawatir kalau tidak datang duluan, bisa-bisa telat semuanya.

Benar saja, sampai di Wisma lomba sudah mulai sekitar 10 menit. Ibu-ibu kaget juga, mengira kami tak jadi datang. Duh, jadi malu. Tapi alhamdulillah ibu-ibunya pada baik semua, jadi kami tetap boleh ikut lomba, dan waktunya diperpanjang sehingga tetap diberi waktu setengah jam untuk menghias.

Saya yang tidak siap untuk turun tangan, jadi kagok juga. Hehehe...maklum amatir. Mana meja tempat lomba kita tepat di sebelah Ibu Dubes, yang melihat jalannya lomba. Jadi doki-doki mencetak nasinya di bawah tatapan ibu-ibu yang tentunya sudah pada pakar memasak. Kalau mbak Lenny kelihatannya sudah pakar, jadi tetep cool. The show must go on. Dengan cuek dan semangat 45 kami mulai menghias tumpeng.

Azka-kun, satu-satunya bayi yang ada di ruangan tentu saja mencuri perhatian ibu-ibu. Di gendongan bundanya, Azka dengan sabar menemani sang bunda mengupas wortel dan menghias tomat. Sesekali ia merengek, dan beberapa ibu mencoba membantu menggendong. Tapi Azka maunya sama bunda aja. Hehehe. Belum kenal kali yaa...Azka-kun :x

Sekitar sepuluh menit kemudian, mbak Nilam, Rashid-kun dan Ita datang. Saya segera keluar dari arena dan membantu menggendong Azka. Hebat, walaupun nafas masih ngos-ngosan, mbak Nilam dan mbak Ita langsung cekatan bergerak, memotong ini itu, menghias di sana-sini. Di mata ibu-ibu yang ada di ruangan itu, terlihat sorot kekaguman pada ibu-ibu muda ini, yang tetap berganbatte mengikuti lomba sambil membawa bayi. Subhanallah :)

Saya lihat ibu-ibu peserta lomba yang lain sudah hampir selesai menghias. Wah, pada hebat dan cantik deh. Tapi yakin tumpeng kita ngga kalah cantik. Ketika peserta yang lain sudah habis waktunya, kami masih punya sekitar 10 menit untuk meneruskan. Setelah selesai, para juri segera melakukan penjurian. Jurinya adalah Bapak Dhani Irfansyah (Guru SRIT), Bapak Hidayat (KBRI) dan Ibu Erika Tanaka (Anggota DWP KBRI Tokyo).



Fiuuh, lega. Walaupun mungkin tak sehebat ibu-ibu yang lain, tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Nih, lihat fotonya.


Cantik yaa...^_^

Setelah lomba, kami mengikuti ceremony ulang tahun Dharma Wanita. Wah, seumur-umur belum pernah ikutan acaranya ibu-ibu Dharma Wanita, maklum baru masuk golongan ibu muda. Lucu juga ikutan acaranya ibu-ibu. Ada sambutan Ibu Dubes, laporan pelaksanaan ulang tahun DWP oleh panitia, menyanyikan lagu-lagu Dharma Wanita, dan tentu saja yang paling ditunggu, pengumuman hasil lomba tumpeng ^_^

Alhamdulillah, walaupun tidak mendapat juara, tapi kami senang sekali bisa ikut memeriahkan acara ini. Tentu saja ini merupakan suatu hal yang sangat baik, karena ibu-ibu dari KBRI mau mengundang Fahima untuk ikut serta dalam acara. Ini tandanya ke-eksistensi-an Fahima mulai diakui. Mudah-mudahan hubungan ini terus dapat dipupuk di kemudian hari. Bukankah Allah sangat menyukai hamba-Nya yang memupuk tali silaturahmi?

Sehabis pengumuman lomba, kami berfoto bersama Ibu Dubes dan peserta yang lain. Mbak Nilam tidak ikutan karena khawatir membangunkan Rashid-kun yang sedang tidur.


Setelah ceremony selesai, acara dilanjutkan dengan makan siang tumpeng hasil bikinan sendiri ^_^

Ibu Dubes : "Wah, enak-enak semua nih kayanya, mau ambil yang mana yaa?"



Demikianlah cerita seputar lomba tumpeng. Setelah mengikuti acara tersebut, jadi terpikir agar di Fahima diadakan kegiatan-kegiatan peningkatan keterampilan seperti memasak, menjahit, memotong rambut/salon dan lain-lain seputar keterampilan muslimah yang tentu akan sangat bermanfaat di negeri yang living cost-nya cukup mahal dan fasilitas untuk muslimahnya terbatas.

Jadi, kalau ada undangan untuk ikut lomba lagi, mudah-mudahan tim Fahima bisa menang.
Yosh, gambarimasyou!

wassalam,
-peliput lomba tumpeng ^_^-

Monday, April 18, 2005

bergerak...majulah

pagi tadi saya dibuzz oleh seorang teman yang ingin meng-add nama saya dalam list ym-nya. setelah urusan add-meng-add selesai, kamipun ngobrol2 sebentar, menanyakan kabar dan bersilaturahim. dari percakapan kami, saya menangkap bahwa ia bingung mau mengerjakan apa pagi itu. saya ingat bahwa ia baru saja lulus dan juga baru menikah. kini sedang mengandung anak pertamanya. seingat saya ia dulu pernah berkata bahwa ia sudah capek sekolah. ingin menikmati menjadi ibu rumah tangga dulu.

***

bila ditanya apa pekerjaan yang saya lakukan di jepang, maka cukup bingung juga menjawabnya, karena pekerjaan saya iro-iro, yang dalam bahasa indonesia artinya macem-macem. mulai dari belajar bahasa jepang 2x seminggu di UNESCO, belajar bahasa arab online setiap sabtu, pengajian rutin yang diadakan setiap minggu atau 2 minggu sekali, sesekali mengajar seorang wanita jepang berbahasa indonesia, juga aktif di divisi dakwah suatu forum silaturahmi muslimah di jepang. semua itu diluar kegiatan rutin sehari-hari dalam rumah sebagai ibu rt, yang meliputi memasak, mencuci, membersihkan/beberes rumah, menggosok dan lain sebagainya.

belum lagi waktu-waktu yang harus disediakan untuk Allah, Sang Kekasih yang telah memberikan begitu banyak nikmat pada diri ini. hal ini merupakan suatu kebutuhan sebagai saat-saat untuk mensyukuri nikmatnya, juga memberikan charge pada ruhani dan batin agar ruh dan segumpal hati itu tetap jernih, tetap hidup dan peka pada nilai2 hakiki.

belum waktu yang harus disediakan untuk suami dan keluarga. ini saja kami masih berdua, apalagi kalau sudah memiliki anak ya..wah alokasi waktu makin ketat saja nih.

kalau dipikir-pikir, terkadang saya merasa waktu yang 24 jam itu tidak cukup untuk melakukan semua yang ingin saya kerjakan. oleh karena itu rasanya aneh kalau ada yang mengatakan bingung mau mengerjakan apa. bukankah ada begitu banyak hal yang dapat dilakukan? bukankah begitu banyak hal yang dapat dipelajari?

teringat saya pada tulisan seorang muslimah, bahwa seorang muslimah itu harus mampu melejitkan dirinya. teringat pula saya pada nasehat seorang ulama, bahwa untuk maju kita masuk ke dalam sistem. agar diri kita ikut mengalami percepatan dalam beraktivitas, dalam efisiensi waktu dan efektivitas. intinya ikut bergerak dalam kegiatan2 yang dinamis agar tidak stagnan. teringat pula saya pada kata2 seorang ketua forum penulis di jepang, bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga tidak berarti diam di rumah, dibasikan oleh sayuran, dilapukkan oleh cucian dan gosokan. Tidak...

menjadi apapun kita, apakah seorang ibu rumah tangga, seorang pelajar, seorang karyawan, dsb...maka kita harus menjadi yang terbaik dalam apapun yang kita lakukan. lebih jauh lagi, sebagai seorang muslim/muslimah, maka apapun yang kita lakukan harus bernilai di mata Allah, sebagai ibadah, amalan shalih, sedekah atau apapun yang disukai Allah. Bukankah seorang mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya ?

wallahu'allam bishawab.

Monday, April 11, 2005

Mas Koki

this is our favorite pose. actually not only in front of camera, but also in front of each other...hehehe. the idea comes from my sista, the original 'mas koki' since her pose is undefeatable..!! well, i often use this pose when i want something or get angry..*grin*..okay, which one is cuter?


mas koki...ahahhaa...

Ke Yamanashi

24 Maret 2005

Hari itu ulie dan dais pergi jalan-jalan ke Yamanashi Prefecture. Rencananya kami akan mengunjungi pabrik wine dan perkebunan strawberry. Yang mengadakan acara ini adalah perusahaan Takayama.

Wuih...senangnya, terbayang hari itu akan makan strobery sebanyak-banyaknya dan mo ngebungkus untuk dibikin kue...yummy.

Perjalanan ditempuh dengan bus, entah berapa jam..engga ngitung sih..hehehe, banyakan bobo'nya. Yang ikutan banyak juga lho, yang ulie kenal cuma kan-chan dan istrinya. Kami sempet stop di pemberhentian bus untuk ngaso sebentar. Aku ikutan keluar, ngelemesin kaki..trus kan di luar tuh dingin banget...mendung dan berkabut..aku dan suami norak banget main tiup2an udara biar kesannya ada asap dari mulut. Nih fotonya


keliatan ga kabutnya?

Setelah itu, sampailah kami di pabrik wine. Yappari! seperti dugaan..kita dioleh-olehin sebotol anggur yang ga bisa diminum..hiks. Kenapa dari awal ga minta botolnya diisi pure juice anggur yak?...disana kita ngeliat cara ngisi anggur ke botol, trus masang gabus dan seal tutupnya..abis itu dikasi kertas buat labelnya...terserah mau kita isi apaan...
ini kita lagi gaya bedua, si dais dah kepengen banget tuh minum..hehehe..

Abis dari pabrik anggur, kita pergi ke pabrik udon. Tadi sempet kaget...kirain ke perkebunan strobery-nya ga jadi, tapi ternyata emang hari itu jadwal kunjungannya ke tiga tempat. Disitu kita belajar bikin udon, engga bikin dari scratch sih, cuma nge-giles pake penggilingan, abis itu motong2 jadi kecil2 pake golok guedde banget...Nih fotonya...

bikin udon

Di tempat itu yah, ampir aja keilangan jam tangan. Abis ditaro di celemek...soalnya kan putih2 tangannya kena tepung. Alhamdulillah masih rejeki, pas dais balik nyariin masih ketemu. Kita juga makan siang disitu..pake udon set lengkap, abis itu beli2 omiyage kue2 buat keluarga di jakarta. Ada juga air terjunnya lho...bagus deh, cuma capek naik turun tangga.

di air terjun

Jam 2 siang, kita cabut ke perkebunan strobery. Sepanjang perjalanan kita main kata2 gitu, jadi bikin kata2 jepang dimulai dari kata belakangnya. Lumayan nambah2 kosakata. Main sampe ngantuk, abis itu bobo deh. Pas nyampe di perkebunan strobery, ternyata kita ga bole makan banyak2...cuma dikasi plastik kecil dan ga bole dibawa pulang lagih..ihiks. Ya sudah...makan deh ampe kenyang. Ngga lupa foto2 dulu sebelum pulang

strawberry pose....

Iya deh...itu dulu cerita jalan2 ke Yamanashinya....sampe di jurnal berikutnya....wassalam.

Wednesday, April 06, 2005

gladiator

Beberapa waktu yang lalu di televisi diputar film Gladiator. Katanya itu film yang bagus, dan pemain utamanya menjadi best actor dalam Academy Award di tahun 2000. Jadilah saya mengecek email sambil sesekali menonton film dan mengobrol dengan suami.

Terlepas dari bagusnya akting para pemain dan kekuatan ceritanya, saya prihatin dengan kenyataan bahwa pada jaman ini nilai-nilai kezhaliman itu masih ada. Beberapa orang budak dilepas di tengah arena, lalu mereka harus beradu kekuatan entah dengan manusia bersenjata atau dengan hewan buas. Aturannya cuma satu. Yang berhasil bertahan hidup adalah pemenangnya. Sementara itu, ribuan orang yang menonton berteriak-teriak dan bertepuk tangan memberi semangat. Sadis dan buas. Itulah kesan yang saya dapatkan.

Bila fenomena itu terjadi pada zaman sebelum Rasulullah diturunkan, saya maklum saja. Di saat itu kejahiliah memang merajalela, hingga memiliki anak perempuan dianggap aib dan si orangtua sanggup mengubur anaknya hidup-hidup. Tetapi tengoklah sekarang di sekitar kita, di televisi kita, di surat kabar, dimana-mana. Tontonan seperti itu kini semakin marak. K-1, Smack-Down, dan entah apalagi nama acaranya.

Lantas, apa bedanya acara tersebut dengan kejadian dalam film gladiator? Dua orang atau lebih bertarung mengadu kekuatan, saling meninju, memukul, menendang, membanting dan sebagainya. Bedanya, dalam acara di televisi si pemenang bukan yang bertahan hidup, tapi yang dapat membuat lawannya menyerah kalah karena sudah tidak sanggup lagi bertarung. Ah, perbedaan yang sangat tipis. penontonnya tetap saja menyenangi acara tersebut. Sanggup membayar mahal untuk dapat menonton. Lalu menikmati acara tersebut sambil sesekali berteriak, mengumpat, bahkan melempar sesuatu.

Astaghfirullahal'adziim.....semoga keluarga, anak-anak, karib kerabat dan kawan-kawan kita terhindar dari menikmati dan mendekati hal-hal yang seperti itu.

Tuesday, April 05, 2005

rendang pertamaku

hari itu aku dan tetanggaku yang suka masak dah janjian untuk bikin rendang bareng. berawal dari minatnya sama rendang setelah kuberi rendang daging buatan mama. karena selama di jepang ini aku juga belum pernah buat rendang sendiri, dulu selalu dalam pengawasan mama di ina, so jikken bikin rendang sounds to be a good idea. jadilah kami janjian untuk bikin rendang ayam !! hari minggu jam 10, masaknya di rumahku. bumbu-bumbunya seriusan lho, mulai dari bw merah, bw putih, laos, jahe, kunyit, cabe, kemiri, ketumbar, santan dan daun2an. kita mulai beneran jam setengah 11, dan selesai jam setengah 2...pheewh..akhirnya. Abis itu shalat dhuhur dan makan siang deyy...nyobain hasil jikken. Alhamdulillah oishiiikatta. nih fotonya...dou desuka?


rendang pertamaku....:)

Monday, April 04, 2005

chicken soup haji


us in mina

Berangkat atau tidak?

Jika ditanya apa pengalaman yang berkesan selama pergi haji kemarin, maka saya akan menjawab semuanya berkesan. Menjadi tetamu Allah, sungguh merupakan suatu cita-cita dan mimpi sejak dahulu. Siapakah yang tak mau pergi ke Baitullah, mengharapkan pertemuan dengan Allah dan dijamu oleh-Nya? Ketika niat itu tercetus beberapa bulan sebelumnya, walaupun masih ragu apakah benar-benar akan dapat pergi, tapi kami tetapkan niat untuk mencobanya.

Seperti banyak orang telah mengalaminya, pergi haji merupakan undangan dari Allah. Tak ada yang tahu apakah seseorang jadi pergi haji atau tidak walaupun tiket telah ditangan. Tak jarang detik-detik keberangkatan sudah di depan mata tapi ternyata Allah berkehendak lain. Kesabaran dan keikhlasan untuk menerima apapun ketetapan Allah, apakah jadi berangkat atau tidak, benar-benar diuji oleh Allah.

Begitulah yang kami alami. Detik-detik penantian itu telah dimulai sejak mengurus dokumen, menunggu seat pesawat, sampai mengurus visa. Ketika akhirnya urusan re-entry permit selesai satu hari menjelang keberangkatan, barulah kami bisa bernafas lega sambil tetap memanjatkan doa semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan agar kami dapat melangkahkan kaki di Baitullah.

Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah…sesungguhnya tiada daya dan kekuatan pada diri kami melainkan dengan pertolonganMu ya Allah.


Perpisahan

Koper-koper telah berjejer rapi di dekat pintu. Setelah shalat subuh dan shalat sunah safar, tak lupa kami mengirim beberapa email pamitan kepada teman-teman di Jepang, memohon maaf dan doa semoga perjalanan haji kami berkah dan lancar. Pukul 06.15 pagi kami berangkat, sambil berkali-kali mengucap basmalah dan berdoa semoga perjalanan ini lancar dan diberkahi-Nya.

Di Balai Indonesia, Bapak Dubes dan para staf serta keluarganya melepas kami. Alhamdulillah ada mobil yang disediakan ke Narita dari kedutaan untuk mengantar para jamaah haji. Satu jam sebelum boarding kami bersiap menuju gate yang telah ditentukan. Para jamaah yang diantar mulai mengucapkan perpisahan dengan keluarganya.

Ada jamaah yang pergi meninggalkan anak-anaknya, ada istri yang pergi meninggalkan suami dan anak-anaknya atau sebaliknya suami yang meninggalkan keluarganya. Ada anak yang menangis, ada ibu yang memeluk erat suaminya, seakan tak mau berpisah. Sedih dan terharu rasanya melihat mata-mata itu menitikkan air mata karena berat berpisah dengan keluarganya.

Ya Allah…betapa ujian itu telah Kau mulai disini. Betapa keikhlasan dan ketabahan diuji oleh Allah karena naik haji merupakan ibadah yang sangat berat, meliputi tidak hanya ibadah ritual dan harta, tapi juga fisik. Tidak ada yang tahu apakah kami bisa kembali sehat wal`afiat pada keluarga kami.

Sehatkanlah kami ya Allah, kuatkanlah hati dan badan kami, selamatkanlah kami dalam perjalanan ini. Ijinkan kami menunaikan ibadah haji di rumahMu. Ya Rabb, kami titipkan keluarga kami padaMu, karena Engkaulah sebaik-baik penjaga. Lalu ijinkanlah suatu saat nanti kami kembali dengan selamat ke tengah-tengah mereka…amin.


Antara Narita dan Jeddah

Dari Narita-Malaysia dan Malaysia-Jeddah kami menaiki Malaysia Airlines. Entah karena pesawat itu banyak mengangkut jamaah haji atau memang sejak dahulu begitu, saya cukup kaget dan kagum ketika tahu ada nasyid dan murotal Al-Qur`an di salah satu channel audio pesawat.

Begitu juga ketika menerima buku menu dari pramugari. Di bagian bawah menu ada tulisan bahwa semua makanan yang tertulis dalam buku menu adalah makanan halal. Subhanallah. Pikiran saya kemudian melayang mengangankan seandainya seluruh pesawat di dunia ini seperti itu, tentu kaum muslimin tidak perlu khawatir lagi ketika memakan makanan yang disajikan di pesawat.

Ada dua hal yang saya sayangkan. Yang pertama, mengapa di pesawat yang mengangkut banyak jamaah haji seperti ini pramugarinya tidak berjilbab atau minimal berkerudung. Mungkin karena pesawat ini memang pesawat komersil, bukan pesawat khusus haji. Yang kedua, karena banyak jamaah haji memakai pakaian ihramnya di pesawat, mungkin ada yang menyempatkan mandi atau sekedar membasahi badan. Sedih sekali melihat toilet pesawat menjadi becek dan tidak higienis.

Di bandara Jeddah saya sempat shock melihat begitu jauhnya perbedaan bandara Jeddah dengan Malaysia atau Jepang. Tempat parkir pesawat yang cukup jauh harus ditempuh dengan shuttle bus. Turun dari pesawat pun harus naik tangga. Sampai-sampai ada seorang nenek dengan tongkat dan kopernya hendak turun dari tangga pesawat tapi tak ada yang membantu. Segera saya titipkan tas jinjing yang saya pegang kepada suami, lalu maju memegang nenek itu dan membawakan kopernya. Setelah kami turun beberapa anak tangga barulah ada seorang pramugara yang membantu mengangkat koper tersebut.

Sedikit rasa kesal terselip dalam hati, mengapa tak ada seorang petugas pun yang membantu nenek itu? Ah, segera saya hapus rasa itu. Mungkin, semua petugas sedang sibuk. Mungkin, itu adalah ladang amal yang disediakan untuk saya. Ya Allah, semoga Engkau lunakkan hati saudara-saudara kami, agar mereka menjadi orang-orang yang saling menyayangi sesama.


Di Mekah

Di bandara Jeddah kami harus menunggu beberapa jam sampai akhirnya tersedia bus yang akan membawa kami ke hotel. Selama perjalanan ke Mekah kami beristirahat. Pembimbing kami tak henti-hentinya mengingatkan kami untuk terus bertalbiyah, karena bacaan itulah yang disunahkan untuk dibaca hingga melihat Kabah.

Labbaik Allahumma Labbaik..Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik..Innalhamda wa Ni`mata Laka Walmuk Laa Syariikalak

Kusambut panggilan-Mu ya Allah..Kusambut panggilan-Mu..Kusambut panggilan-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu, Kusambut panggilan-Mu..Sesungguhnya segala puji, karunia dan kekuasaan, hanyalah milik-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu.

Ya Allah….hati ini bergetar setiap kali kuresapi artinya. Betapa diri yang lemah ini tak kuasa menahan keharuan, mengingat bahwa sebentar lagi akan sampai di rumahMu, berjumpa denganMu. Rasanya seperti mimpi. Padahal diri ini masih banyak kekurangan, begitu banyak dosa-dosa yang telah diperbuat di masa lampau. Padahal masih banyak saudara-saudara kami yang lebih shaleh daripada kami Ya Allah. Tapi Engkau panggil juga hamba kerumahMu. Pelan… kuusap airmata yang menetes. Sehening subuh di kota Mekah yang seperti menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada kami.

Di Toko Coklat

Suatu sore kami sedang berbelanja di toko coklat dekat hotel. Waktu itu sudah mau masuk shalat Ashar. Ketika akan membayar di kasir adzan berbunyi. Sedang asyik-asyiknya mengeluarkan uang untuk membayar coklat tiba-tiba si kasir berkata sesuatu yang saya tidak tahu artinya. Hanya beberapa patah kata saja yang bisa dimengerti. Ternyata ia ingin kami segera cepat-cepat meninggalkan toko karena tokonya akan ditutup. Segera saya percepat urusan pembayaran dan keluar dari toko.

Subhanallah. Betapa berbedanya dengan di Indonesia, apalagi di Jepang. Di tanah suci ini penduduknya seperti tidak membutuhkan uang. Ketika waktu shalat masuk dan adzan telah berbunyi, tidak ada yang lain mereka lakukan kecuali menutup toko dan shalat ke mesjid.


Renungan Subuh

Tadi pagi adalah shalat subuh kami yang pertama di Mina. Perasaan haru menyesakkan dada. Segenap diri ini dipenuhi rasa syukur kepadaMu. Ya Allah, betapa sejak datang di tanah suci hingga sekarang, Engkau jamu kami di rumahMu, Engkau suguhi kami kenikmatan beribadah di rumahMu yang indah dan agung. Engkau sajikan keharuan bermunajat di rumahMu. Serasa Engkau begitu dekat mendengarkan dengan sabar setiap lantunan doa dan permohonan ampun kami atas dosa-dosa yang telah lalu.

Seluruh relung hati ini bergetar setiap kali mendengar adzan berkumandang yang memanggil untuk shalat menghadapMu. Mata ini menggenang menyaksikan betapa seluruh umat Islam di kota ini bagaikan air yang mengalir deras menuju Masjidil Haram ketika waktu shalat akan dimulai. Subhanallah. Suatu pemandangan yang tak pernah kusaksikan sebelumnya. Seperti inikah nanti bila kami dikumpulkan di Padang Mahsyar?

Lautan manusia berbalut kain putih berduyun-duyun menuju satu titik, Kabah. Tak ada lagi perbedaan. Tak ada lagi si kaya dan si miskin, si cantik dan si tampan, atau dari golongan mana ia berasal. Semuanya sama. Yang ada hanyalah berjuta hamba yang sedang berjalan menuju Rabb-Nya, mengharap keridhaan-Nya.

Ya Allah, terimalah shalat kami, thawaf kami, sa’i kami, wukuf, mabit dan segala amal ibadah kami. Walaupun terkadang shalat kami tak sempurna bentuknya, walau terkadang shalat kami harus di depan pintu masjid, atau sujud kami dibawah kaki saudara-saudara kami, tapi kami yakin...Engkau Maha Tahu ya Allah.

Larut kami dalam alunan indahnya beribadah kepadaMu wahai Rabb....sambil mendengarkan lantunan talbiyah di sekeliling kami.

Labbaik Allahumma Labbaik..
Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik..
Innalhamda wa Ni`mata Laka Walmuk Laa Syariikalak

Kusambut panggilan-Mu ya Allah..
Kusambut panggilan-Mu..
Kusambut panggilan-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu, Kusambut panggilan-Mu..
Sesungguhnya segala puji, karunia dan kekuasaan, hanyalah milik-Mu,
Tiada sekutu bagi-Mu.

Ya Allah...betapa sayangnya Engkau pada kami. Kau beri kami kenikmatan datang ke tanah suci-Mu, shalat di depan Ka`bah, thawaf dan sa`i sampai kaki kami letih dan lecet, wukuf di Arafah dan begitu banyak lagi nikmat lainnya. Semuanya memberikan kenikmatan bermunajat kepada-Mu..hingga puas mengadu, curhat, menangisi kesalahan-kesalahan kami, memohon ampun atas dosa di masa lalu. Padahal begitu banyak dosa, salah, khilaf dan lalai telah kami perbuat.

Ya Allah, kami berada di sini bukan karena uang kami, kesempatan atau semata-mata kerja keras kami, tetapi karena kasih sayang dan karunia-Mu. Ampunilah kami ya Allah...insya Allah akan kami perbaiki yang akan datang dan yang tersisa...sehingga Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa kami yang telah lalu.

Begitu banyak cobaan dan kekurangan yang kami temui..semuanya bertubi-tubi menghantam hati ini, berkali-kali membuat mata ini menangis dan mengelus dada. Tapi semuanya adalah cobaan dari-Mu ya Allah. Tak ada setitik cobaanpun kecuali dari-Mu...dan tiada setitik kenikmatanpun kecuali datangnya dari-Mu. Kunikmati episode demi episode tarbiyah-Mu, semoga dapat membuat diri ini menjadi orang yang lebih sabar dan qana`ah.

Beri kami kesabaran ya Allah..beri kami kekuatan dan keikhlasan...Sesungguhnya Engkaulah Sang Maha Pemilik. Engkau Maha Pemaaf, Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Penyayang. Beri kami kekuatan untuk meneladani sifat-Mu. Panggillah kami berkali-kali ke tanah suci ini ya Alllah, dalam masa yang bertambah-tambah. Panggillah saudara-saudara kami yang belum pernah kemari ya Allah, panggillah yang telah merindukan bertemu dengan-Mu.

Betapa inginnya kami, suatu saat nanti Engkau berkata pada kami "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-Mu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surga-Ku" (QS Al Fajr :27-30).


smile